Sumber Ilustrasi: Google
Oh mungkin karena
sibuk..
Sibuk bekerja
seharian
Sehingga tak ada
waktu bersama Al Qur’an
Padahal
sesibuk-sibuknya kita..
Masih sempat
berhibur, bermain dan bersenda gurau
Oh mungkin karena
karena tidak faham isi Al Qur’an
Seakan tak berarti
membaca bacaan yang tidak dimengerti
Padahal kalau kita
mau sedikit merenungi
Al Qur’an itu penuh
dengan ilmu dan hidayah yang menyejukkan
Yang akan
menyelamatkan, menuntun hingga ke syurga
Oh mungkin karena
hati ini dan jiwa ini sedang sakit..
Hingga kalam suci
serasa tak pantas untuk di dekati, dibaca dan di hayati..
Karena jiwa ini
seakan tak layak bersama kalamnya yang Agung
Padahal kalau kita
mau memulainya dengan istighfar
Memulainya dengan
memandang kematian
Akan lunturlah noda
dan kotor itu
Sehingga kerinduan
kepada-Nya akan hadir..
Oh mungkin karena
kita tidak memahami keagungan Al Qur’an
Sehingga kita
memandangnya hanya ritual ketika susah atau musibah
Padahal Al Qur’an itu
meninggikan, menghiasi, memberi kita kemuliaan
Bahkan ia akan
mengangkatmu tinggi dalam derajat-derajat syurga nanti
Atau justru karena
kita belum bisa membacanya, bahkan tak mengenalnya
Karena kita tak
pernah menyentuhnya..
Karena selama ini
kita masa bodoh dengannya..
Padahal untuk
memulainya tidaklah susah..
Bahkan 2 pahala
dijanjikan bagi mereka yang mau mempelajarinya..
Jangan malu dan
jangan segan
Karena ilmu itu akan
terhalang sifat malu yang salah tempat
Yang jelas...
Syetan itu betul
adanya, sehingga ia menghalangimu dari Al Qur’an
Yang jelas..
Jalan ke syurga itu
dipenuhi ujian, sehingga hanya mereka yang tangguh akan meraihnya
Yang jelas...
Al Qur’an itu hanya
untuk mereka yang terpilih, sehingga mengapa kta tidak mau menjadi hamba pilihan-Nya?
Ya Allah, jadikanlah
kami hamba-hamba pilihan-Mu.
@Muhammad Yusuf

No comments:
Post a Comment