Friday, 14 December 2012

Qiyamullaill dan Madrasah Malam


(Tafsir Surat Al Muzzammil, ayat 1-9. Oleh AM.Yusuf))

بسم الله الرحمن الرحيم

Muqaddimah

Surat Al Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Qalam. Dinamai Al Muzzammil (orang yang berselimut) diambil dari perkataan Al Muzzammil yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan orang yang berkemul ialah Nabi Muhammad s.a.w.
·         Surat Al Muzzammil adalah surat yang berisi seruan ilahi kepada Nabi saw untuk berqiyamullail. ia wajib bagi Nabi saw dan disunnahkan bagi ummatnya. Sebagaimana firman Allah :
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(QS. Al Isra’ :79)
·         Berbagai riwayat menyatakan bahwa surat ini turun pada periode awal kenabian, satu masa dengan surat al muddatstsir yang turun setelah surat al ‘Alaq. Rasulullah saw hidup di tengah-tengah masyarakat jahiliyyah, kemudian Allah menjadikannya menyukai tahannuts (beribadah) di Gua Hira untuk bertafakkur tentang keagungan Allah dan penciptaan Alam semesta. Hingga datanglah Jibril as dengan 5 ayat surat Al ‘Alaq.
·         Surat ini memberikan gambaran tentang periode dakwah Rasulullah saw. Allah menyeru Nabi saw untuk melakukan qiyamullail, memperbanyak shalat dan membaca Al Qur’an, berdzikir dengan khusyu’ dan bertawakkal sepenuhnya kepada Allah, sabar menghadapi berbagai cobaan dari kaum kafir, serta menyerahkannya kepada Allah untuk memberikan siksa kepada mereka.
·         Surat ini di akhiri dengan kelembutan dan rahmat Allah, keringanan dan kemudahan, taujih untuk taat, dan penegasan tentang keluasan ampunannya bagi hamba yang memohon ampun.
·         Qiyamullail adalah bekal ruhiyah agar tetap teguh di jalan Allah, agar selalu sabar dan berjalan dengan penuh tawakkal.

Tafsir surat Al Muzzammil :

1.      Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2.      bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3.      (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4.      atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Kesimpulan dan pelajaran:
·         Merupakan bagian dari rahmat Allah, bahwa nabi dan sahabat tidak di perintahkan untuk qiyamullail seluruh malam, tapi hanya sebagiannya saja.
·         Allah memerintahkan Rasulnya untuk Qiyamullail sepertiga, setengah atau dua pertiga malam dan membaca Al Qur’an dengan tartil yang di sertai hadirnya hati untuk memperoleh tadabbur dan kepahaman.
·         Interaksi dengan Al Qur’an yang intensif merupakan kewajiban setiap mukmin, seperti irulah generasi para sahabat dan salafushsholih.

5.      Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

Kesimpulan dan pelajaran :
·         Allah telah memudahkan Al Qur’an untuk dibaca. Meskipun demikian, ia memiliki timbangan yang berat dan pengaruh yang besar bagi kesucian hati. Ia tidak mengandung kesulitan dan keraguan.

6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di    waktu itu lebih berkesan.
 7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

Kesimpulan dan pelajaran :
·         Membaca Al Qur’an di waktu malam akan lebih berkesan dan lebih khusyuk. Ada keserasian antara bacaan lisan dan tadabburnya hati.
·         Siang adalah waktu untuk bekerja dan bermuamalah. Maka jadikanlah malam sebagai waktu untuk beristirahat dan bermunajat kepada Allah.

8. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. 9. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

Kesimpulan dan pelajaran:
·         Menghadaplah kepada Allah dengan hati yang hadir, hendaklah selalu berdzikir (mengingat Allah) dan merendahkan diri di hadapannya dengan ikhlash. Ia adalah pencipta semua keajaiban dan pemilik keagungan, serta jadikanlah tawakkal itu hanya kepadanya.







Renungan

عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
·         Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam” (HR. Muslim dan Ahmad)
·         Sujud di Mihrab, istighfar di penghujung malam dan air mata munajat merupakan ciri khas orang-orang mukmin. Jika ahli dunia mengira bahwa surganya terletak pada materi, wanita dan gedung mewah, maka sesungguhnya : “Surga orang mukmin terletak pada Mihrabnya”.
·         Tak ada satu pun tokoh-tokoh besar dalam Islam sejak zaman Rasulullah saw, Sahabat dan Tabi’in hingga zaman Iman Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah dan para Ulama lainnya kecuali mereka tergabung dalam “Madrasah Malam” sebagai tempat penempaan spiritual melalui Qiyamullail.
·         Orang yang lulus dari madrasah malam dapat memberikan pengaruh yang positif kepada generasi berikutnya. Bisyr ibnul Harits al Haafi berkata : “Cukuplah bagimu sebagai buktinya, bahwa ada suatu kaum yang telah tiada, tetapi dapat menghidupkan hati yang mati dengan mengingat mereka. Dan ada pula kaum lainnya yang hidup, tetapi dapat membuat hati keras dengan melihat mereka”.


Maraji’ :
1.      Tafsir al Qur’anul A’zhim (ibnu Katsir)
2.      Taisir kariimirrahman ( Syekh Abdurrahman Nashir As Sa’di)
3.      Nuzhatul muttaqin Syarhi Riyadhushsholihin (Imam An Nawawi)
4.      Ar Raqa’iq (Pelembut hati) oleh Muhammad Ahmad Ar Rasyid.
5.      Ahdaafu kulli surah wa maqashiduha (Dr. Abdullah Mahmud Syahatah)









No comments:

Post a Comment