(Tafsir Surat
Al Muzzammil, ayat 1-9. Oleh AM.Yusuf))
بسم الله الرحمن الرحيم
Muqaddimah
Surat Al Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan
surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Qalam. Dinamai Al Muzzammil
(orang yang berselimut) diambil dari perkataan Al Muzzammil yang
terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan orang yang
berkemul ialah Nabi Muhammad s.a.w.
·
Surat
Al Muzzammil adalah surat yang berisi seruan ilahi kepada Nabi saw untuk
berqiyamullail. ia wajib bagi Nabi saw dan disunnahkan bagi ummatnya.
Sebagaimana firman Allah :
“Dan pada
sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah
tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.(QS. Al Isra’
:79)
·
Berbagai
riwayat menyatakan bahwa surat ini turun pada periode awal kenabian, satu masa
dengan surat al muddatstsir yang turun setelah surat al ‘Alaq. Rasulullah saw
hidup di tengah-tengah masyarakat jahiliyyah, kemudian Allah menjadikannya menyukai
tahannuts (beribadah) di Gua Hira untuk bertafakkur tentang keagungan Allah dan
penciptaan Alam semesta. Hingga datanglah Jibril as dengan 5 ayat surat Al
‘Alaq.
·
Surat ini
memberikan gambaran tentang periode dakwah Rasulullah saw. Allah menyeru Nabi
saw untuk melakukan qiyamullail, memperbanyak shalat dan membaca Al Qur’an,
berdzikir dengan khusyu’ dan bertawakkal sepenuhnya kepada Allah, sabar
menghadapi berbagai cobaan dari kaum kafir, serta menyerahkannya kepada Allah
untuk memberikan siksa kepada mereka.
·
Surat ini di
akhiri dengan kelembutan dan rahmat Allah, keringanan dan kemudahan, taujih
untuk taat, dan penegasan tentang keluasan ampunannya bagi hamba yang memohon
ampun.
·
Qiyamullail
adalah bekal ruhiyah agar tetap teguh di jalan Allah, agar selalu sabar dan
berjalan dengan penuh tawakkal.
Tafsir surat Al Muzzammil :
1.
Hai orang yang berselimut
(Muhammad),
2.
bangunlah (untuk sembahyang)
di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3.
(yaitu) seperduanya atau
kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4.
atau lebih dari seperdua itu.
Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
Kesimpulan
dan pelajaran:
·
Merupakan
bagian dari rahmat Allah, bahwa nabi dan sahabat tidak di perintahkan untuk
qiyamullail seluruh malam, tapi hanya sebagiannya saja.
·
Allah
memerintahkan Rasulnya untuk Qiyamullail sepertiga, setengah atau dua pertiga
malam dan membaca Al Qur’an dengan tartil yang di sertai hadirnya hati untuk
memperoleh tadabbur dan kepahaman.
·
Interaksi
dengan Al Qur’an yang intensif merupakan kewajiban setiap mukmin, seperti
irulah generasi para sahabat dan salafushsholih.
5.
Sesungguhnya Kami akan
menurunkan kapadamu perkataan yang berat.
Kesimpulan
dan pelajaran :
·
Allah
telah memudahkan Al Qur’an untuk dibaca. Meskipun demikian, ia memiliki
timbangan yang berat dan pengaruh yang besar bagi kesucian hati. Ia tidak
mengandung kesulitan dan keraguan.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam
adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari
mempunyai urusan yang panjang (banyak).
Kesimpulan
dan pelajaran :
·
Membaca
Al Qur’an di waktu malam akan lebih berkesan dan lebih khusyuk. Ada keserasian
antara bacaan lisan dan tadabburnya hati.
·
Siang
adalah waktu untuk bekerja dan bermuamalah. Maka jadikanlah malam sebagai waktu
untuk beristirahat dan bermunajat kepada Allah.
8. Sebutlah nama Tuhanmu, dan
beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. 9. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan
maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia
sebagai pelindung.
Kesimpulan
dan pelajaran:
·
Menghadaplah
kepada Allah dengan hati yang hadir, hendaklah selalu berdzikir (mengingat
Allah) dan merendahkan diri di hadapannya dengan ikhlash. Ia adalah pencipta
semua keajaiban dan pemilik keagungan, serta jadikanlah tawakkal itu hanya
kepadanya.
Renungan
عَنْ جَابِرٍ
قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي
اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا
مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ
لَيْلَةٍ
·
Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku
mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu
benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada
Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya
(mengabulkannya); dan itu setiap malam” (HR. Muslim dan Ahmad)
·
Sujud
di Mihrab, istighfar di penghujung malam dan air mata munajat merupakan ciri
khas orang-orang mukmin. Jika ahli dunia mengira bahwa surganya terletak pada
materi, wanita dan gedung mewah, maka sesungguhnya : “Surga orang mukmin
terletak pada Mihrabnya”.
·
Tak
ada satu pun tokoh-tokoh besar dalam Islam sejak zaman Rasulullah saw, Sahabat
dan Tabi’in hingga zaman Iman Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah dan para Ulama
lainnya kecuali mereka tergabung dalam “Madrasah Malam” sebagai tempat
penempaan spiritual melalui Qiyamullail.
·
Orang
yang lulus dari madrasah malam dapat memberikan pengaruh yang positif kepada
generasi berikutnya. Bisyr ibnul Harits al Haafi berkata : “Cukuplah bagimu
sebagai buktinya, bahwa ada suatu kaum yang telah tiada, tetapi dapat
menghidupkan hati yang mati dengan mengingat mereka. Dan ada pula kaum lainnya
yang hidup, tetapi dapat membuat hati keras dengan melihat mereka”.
Maraji’ :
1.
Tafsir
al Qur’anul A’zhim (ibnu Katsir)
2.
Taisir
kariimirrahman ( Syekh Abdurrahman Nashir As Sa’di)
3.
Nuzhatul
muttaqin Syarhi Riyadhushsholihin (Imam An Nawawi)
4.
Ar
Raqa’iq (Pelembut hati) oleh Muhammad Ahmad Ar Rasyid.
5.
Ahdaafu
kulli surah wa maqashiduha (Dr. Abdullah Mahmud Syahatah)
No comments:
Post a Comment