Friday, 14 December 2012

الصبر على المكاره في سبيل الدعوة


الصبر على المكاره في سبيل الدعوة

Sabar dalam berdakwah

(Tafsir Surat Al Muzzammil, ayat 9-19. Oleh : AM. Yusuf)

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.                        (QS. Ali Imran : 200)
Rasulullah saw bersabda : “ … dan barang siapa berusaha sabar, maka Allah akan memberikan kesabaran. Dan tidaklah seseorang diberikan karunia yang lebih baik dan lebih besar dari kesabaran” (HR. Bukhari Muslim)

Tafsir Surat Al Muzzammil (ayat 9-19)

10. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik
Setelah Allah memerintahkan Nabinya dengan Shalat secara Khusus dan dengan berdzikir secara umum, yang dengan keduanya akan menghasilkan kekuatan dalam memikul beban-beban dan berbagai aktivitas berat dakwah, Allah memerintahkannya untuk sabar terhadap segala cacian dan ejekan para kafir Quraisy.
Bersabarlah terhadap apa yang mereka perbincangkan terhadap ajaran yang kamu bawa dan Allah (Rabb) yang kamu sembah.
Tinggalkanlah mereka dengan sikap yang baik (sebab saat itu sikap Hajr - meninggalkan - adalah lebih maslahat), jangan pedulikan celotehan mereka dan hindarkan percakapan yang tidak berguna dengan mereka. Jika kamu berdebat, maka debatlah dengan cara yang baik.
11. Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.
Ulin ni’mah adalah mereka para pemegang kekayaan  yang melampaui batas dan pembuat kerusakan ketika Allah meluaskan rizkinya, sebagaimana firman Allah : “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (Al Alaq :6-7)
Alla mengancam kaum musyrikin dengan azab yang pedih. Kemudian Allah berkata kepada Nabinya: Serahkan padaku urusan mereka, Aku yang akan menyiksanya. Mereka yang menikmati rizki yang aku beri, tangguhkanlah mereka  sebentar saja, kemudian kamu akan melihat azab yang akan Aku timpakan kepada mereka.
 12. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. 13. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
Itulah belenggu-belenggu yang berat yang Allah ikatkan kepada kaki-kaki mereka. Setiap kali mereka ingin naik, maka Allah tarik mereka ke dasar neraka.
Di dalamnya mereka memakan makanan yang menghancurkan kerongkongan. yaitu makanan yang sangat pahit dan busuk yang sangat menyengat. Kemudian siksa yang sangat pedih. Itu semua adalah balasan yang sesuai bagi siapa saja yang kufur terhadap nikmat.
 14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.
Hari itu bumi bergoncang hebat.. Gunung-gunung hancur berkeping-keping bagaikan kapas yang beterbangan, atau debu pasir yang diterbangkan. Padahal sebelumnya ia adalah batu karang yang kokoh.
 15. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun. 16. Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
Allah swt menegur penduduk Makkah dan menggetarkan hati-hati mereka, hingga seakan-akan tercerabut dari tempatnya. Mereka diingatkan dengan Kisah Fir’aun yang sombong dan Allah telah menimpakan kepadanya azab dari Dzat yang Maha Kuat  terhadap segala sesuatu. Fir’aun telah mendurhakai Rasul itu hingga Allah menyiksanya dengan azab yang berat, dan sekarang Allah telah mengutus kepada kalian Wahai Quraisy, maka janganlah kalian mendurhakainya atau Allah akan menimpakan kepada kalian apa yang menimpa Fir’aun.
 17. Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. 18. Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.
Jika kalian tidak disiksa didunia, maka bagaimana kalian bisa selamat dari azab di akhirat. Sedangkan ia adalah hari yang menjadikan anak-anak beruban dan memecahkan langit. Azab Allah adalah benar adanya, Dialah zat yang berkuasa untuk melakukan sesuatu.

 19. Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya.
Kematian dan berita yang benar tentang Kiamat adalah tadzkirah. Hendaklah kita mengambil I’tibar dan menjadikannya sebagai penghalang dari diri kita dan kemaksiatan kepada Allah. Utsman Bin Affan berkata “kafaa bil mauti waidza” (cukuplah kematian itu sebagai nasihat dan pelajaran).
Ayat ini juga merupakan dalil bahwa Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk memilih diantara dua jalan. Jika ia memilih jalan kebaikan maka ia akan berujung dengan nikmatnya surga, namun jika sebaliknya ia akan berakhir di pedihnya siksa neraka. Pendapat ini berbeda dengan keyakinan yang dimiliki oleh kalangan Jabariyah (golongan yang meyakini bahwa manusia bagaikan boneka, tidak memiliki kuasa sama sekali dalam beramal).

Tadabbur ayat

Sabar adalah sebuah Karakter khusus yang dimiliki manusia dan tidak dimiliki oleh malaikat atau binatang. Malaikat dikaruniai akal dan tidak dikaruniai syahwat yang mampu memalingkannya dari ketaatan, sementara binatang diciptakan dengan syahwat sebagai karakternya. Manusia memiliki akal dan syahwat, maka barang siapa yang mampu mengendalikan syahwat dengan akalnya, ia bagaikan malaikat yang berjalan diatas bumi. Namun jika syahwat yang mengendalikan akalnya, maka ia menjadi seperti binatang atau bahkan lebih sesat.
Sabar terbagi menjadi beberapa bagian :
1.      Sabar dalam menunaikan ketaatan dan kewajiban
2.      Sabar dalam mengendalikan nafsu terhadap syahwat dunia dan kenikmatan yang haram.
3.      Sabar dalam menghadapi musibah dan ujian kehidupan, serta ridha dengan qadha dari Allah dengan sikap qana’ah.
4.      Sabar dalam jihad memperjuangkan kebenaran.
Berdakwah adalah  aktivitas ishlahul ummah (memperbaiki ummat) dari berbagai kerusakan dan membimbingnya menuju jalan Islam. Sudah sunnatullah akan terjadi ujian dan tantangan baik dari internal (jiwa kita) atau dari pihak-pihak yang memusuhi Islam. Kesabaran dan keteguhan mutlak diperlukan, agar dakwah tetap tegar demi meraih tujuannya.

Kisah dan ibrah

1.      Bersama Zaid bin Haritsah Rasulullah dihujani batu ketika orang-orang Thaif menolak ajakan dakwahnya dan menyakiti Rasulullah ketika beliau hendak pulang. Kepala zaid luka parah akibat lemparan batu dan darah mengalir dari kaki Raulullah membasahi bumi Thaif. Saat itulah Rasulullah mengadu kepada Allah atas kelemahan dalam dakwahnya dan tidak sedikit pun melaknat orang-orang Thaif yang durhaka.
2.      Dalam perang Qadisiyah melawan Persia, Seorang sahabiyah bernama Khansa di muliakan dengan syahidnya keempat puteranya. Tak ada rasa sedih atau pun menyesal, justeru ia bersyukur dengan berkata : “Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan syahidnya mereka, Aku berharap agar bisa kembali berkumpul di surgaNya”.
3.      Keluarga Yasir (Yasir, Ammar bin Yasir dan Sumayyah) adalah figur keluarga yang teguh menghadapi siksaan dari kaum kafir. Keimanan terasa lebih manis dan indah bagi mereka,hingga mampu mengalahkan rasa sakit yang diderita.
Kuala Lumpur, 6 Juni 2009

No comments:

Post a Comment