الصبر على المكاره في سبيل الدعوة
Sabar
dalam berdakwah
(Tafsir Surat
Al Muzzammil, ayat 9-19. Oleh : AM. Yusuf)
“Hai orang-orang yang beriman,
bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di
perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS. Ali Imran : 200)
Rasulullah saw bersabda : “ … dan
barang siapa berusaha sabar, maka Allah akan memberikan kesabaran. Dan tidaklah
seseorang diberikan karunia yang lebih baik dan lebih besar dari kesabaran”
(HR. Bukhari Muslim)
Tafsir Surat Al Muzzammil (ayat 9-19)
10. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan
jauhilah mereka dengan cara yang baik
Setelah Allah memerintahkan Nabinya
dengan Shalat secara Khusus dan dengan berdzikir secara umum, yang dengan
keduanya akan menghasilkan kekuatan dalam memikul beban-beban dan berbagai
aktivitas berat dakwah, Allah memerintahkannya untuk sabar terhadap segala
cacian dan ejekan para kafir Quraisy.
Bersabarlah terhadap apa yang mereka
perbincangkan terhadap ajaran yang kamu bawa dan Allah (Rabb) yang kamu sembah.
Tinggalkanlah mereka dengan sikap
yang baik (sebab saat itu sikap Hajr - meninggalkan - adalah lebih
maslahat), jangan pedulikan celotehan mereka dan hindarkan percakapan yang
tidak berguna dengan mereka. Jika kamu berdebat, maka debatlah dengan cara yang
baik.
11. Dan biarkanlah Aku (saja)
bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai
kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.
Ulin ni’mah adalah mereka para
pemegang kekayaan yang melampaui batas
dan pembuat kerusakan ketika Allah meluaskan rizkinya, sebagaimana firman Allah
: “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
karena dia melihat dirinya serba cukup.”
(Al Alaq :6-7)
Alla mengancam kaum musyrikin dengan
azab yang pedih. Kemudian Allah berkata kepada Nabinya: Serahkan padaku urusan
mereka, Aku yang akan menyiksanya. Mereka yang menikmati rizki yang aku beri,
tangguhkanlah mereka sebentar saja,
kemudian kamu akan melihat azab yang akan Aku timpakan kepada mereka.
12. Karena
sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang
menyala-nyala. 13. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang
pedih.
Itulah belenggu-belenggu yang berat
yang Allah ikatkan kepada kaki-kaki mereka. Setiap kali mereka ingin naik, maka
Allah tarik mereka ke dasar neraka.
Di dalamnya mereka memakan makanan yang
menghancurkan kerongkongan. yaitu makanan yang sangat pahit dan busuk yang
sangat menyengat. Kemudian siksa yang sangat pedih. Itu semua adalah balasan
yang sesuai bagi siapa saja yang kufur terhadap nikmat.
14. Pada
hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu
tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.
Hari itu bumi bergoncang hebat..
Gunung-gunung hancur berkeping-keping bagaikan kapas yang beterbangan, atau
debu pasir yang diterbangkan. Padahal sebelumnya ia adalah batu karang yang
kokoh.
15. Sesungguhnya
Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang
menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang
Rasul kepada Fir'aun. 16. Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami
siksa dia dengan siksaan yang berat.
Allah swt menegur penduduk Makkah dan
menggetarkan hati-hati mereka, hingga seakan-akan tercerabut dari tempatnya.
Mereka diingatkan dengan Kisah Fir’aun yang sombong dan Allah telah menimpakan
kepadanya azab dari Dzat yang Maha Kuat
terhadap segala sesuatu. Fir’aun telah mendurhakai Rasul itu hingga
Allah menyiksanya dengan azab yang berat, dan sekarang Allah telah mengutus
kepada kalian Wahai Quraisy, maka janganlah kalian mendurhakainya atau Allah
akan menimpakan kepada kalian apa yang menimpa Fir’aun.
17. Maka
bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada
hari yang menjadikan anak-anak beruban. 18. Langit(pun) menjadi pecah belah
pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.
Jika kalian tidak disiksa didunia,
maka bagaimana kalian bisa selamat dari azab di akhirat. Sedangkan ia adalah
hari yang menjadikan anak-anak beruban dan memecahkan langit. Azab Allah adalah
benar adanya, Dialah zat yang berkuasa untuk melakukan sesuatu.
19. Sesungguhnya
ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia
menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya.
Kematian dan berita yang benar
tentang Kiamat adalah tadzkirah. Hendaklah kita mengambil I’tibar dan
menjadikannya sebagai penghalang dari diri kita dan kemaksiatan kepada Allah.
Utsman Bin Affan berkata “kafaa bil mauti waidza” (cukuplah kematian itu
sebagai nasihat dan pelajaran).
Ayat ini juga merupakan dalil bahwa
Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk memilih diantara dua jalan.
Jika ia memilih jalan kebaikan maka ia akan berujung dengan nikmatnya surga,
namun jika sebaliknya ia akan berakhir di pedihnya siksa neraka. Pendapat ini
berbeda dengan keyakinan yang dimiliki oleh kalangan Jabariyah (golongan yang
meyakini bahwa manusia bagaikan boneka, tidak memiliki kuasa sama sekali dalam
beramal).
Tadabbur
ayat
Sabar adalah sebuah Karakter khusus
yang dimiliki manusia dan tidak dimiliki oleh malaikat atau binatang. Malaikat
dikaruniai akal dan tidak dikaruniai syahwat yang mampu memalingkannya dari
ketaatan, sementara binatang diciptakan dengan syahwat sebagai karakternya.
Manusia memiliki akal dan syahwat, maka barang siapa yang mampu mengendalikan
syahwat dengan akalnya, ia bagaikan malaikat yang berjalan diatas bumi. Namun
jika syahwat yang mengendalikan akalnya, maka ia menjadi seperti binatang atau
bahkan lebih sesat.
Sabar terbagi menjadi beberapa bagian
:
1.
Sabar
dalam menunaikan ketaatan dan kewajiban
2.
Sabar
dalam mengendalikan nafsu terhadap syahwat dunia dan kenikmatan yang haram.
3.
Sabar
dalam menghadapi musibah dan ujian kehidupan, serta ridha dengan qadha dari
Allah dengan sikap qana’ah.
4.
Sabar
dalam jihad memperjuangkan kebenaran.
Berdakwah adalah aktivitas ishlahul ummah (memperbaiki
ummat) dari berbagai kerusakan dan membimbingnya menuju jalan Islam. Sudah
sunnatullah akan terjadi ujian dan tantangan baik dari internal (jiwa kita)
atau dari pihak-pihak yang memusuhi Islam. Kesabaran dan keteguhan mutlak
diperlukan, agar dakwah tetap tegar demi meraih tujuannya.
Kisah dan ibrah
1.
Bersama
Zaid bin Haritsah Rasulullah dihujani batu ketika orang-orang Thaif menolak
ajakan dakwahnya dan menyakiti Rasulullah ketika beliau hendak pulang. Kepala
zaid luka parah akibat lemparan batu dan darah mengalir dari kaki Raulullah
membasahi bumi Thaif. Saat itulah Rasulullah mengadu kepada Allah atas
kelemahan dalam dakwahnya dan tidak sedikit pun melaknat orang-orang Thaif yang
durhaka.
2.
Dalam
perang Qadisiyah melawan Persia, Seorang sahabiyah bernama Khansa di muliakan
dengan syahidnya keempat puteranya. Tak ada rasa sedih atau pun menyesal,
justeru ia bersyukur dengan berkata : “Segala puji bagi Allah yang telah
memuliakanku dengan syahidnya mereka, Aku berharap agar bisa kembali berkumpul
di surgaNya”.
3.
Keluarga
Yasir (Yasir, Ammar bin Yasir dan Sumayyah) adalah figur keluarga yang teguh
menghadapi siksaan dari kaum kafir. Keimanan terasa lebih manis dan indah bagi
mereka,hingga mampu mengalahkan rasa sakit yang diderita.
Kuala Lumpur,
6 Juni 2009
No comments:
Post a Comment